CMS modules by everest poker.

Bercermin di Layar

Print
Category: Seni Budaya

Dilengkapi foto tokoh-tokoh wayang yang terkait dalam cerita.

HADIWIJOYO, Rohmad
Bercermin di layar: realita antar cerita (kumpulan tulisan jilid 1) / oleh Rohmad Hadiwijoyo, Sambutan oleh Inria Zulfikar, Prolog oleh Ono Sarwono, Indria Samego, dan Gregory Churchill.-- Jakarta: Tatanusa, 2011
xxii + 214 hal ; 24 cm.

ISBN 978-979-3999-69-2 (jilid 1)
Rp 60.000,-

DAFTAR ISI
 

DAFTAR ISI

Prakata Penulis iii

Sambutan oleh Inria Zulfikar v

Prolog :

· Cara Cerdas Nguri-Uri Wayang

      oleh Ono Sarwono ix

· Dalang Gaul dengan Sebakul-Cerita

      oleh Indria Samego xi

· Pedalangan di Era Keterbukaan

      oleh Gregory Churchill xvii

1. Bale Segala-gala di Langit Kuningan 1

2. Kapi Joyo Anggodo Mbalelo

      Cerita pewayangan banyak memberikan teladan kepada kita bahwa sebuah kebijaksanaan ditempuh dengan harus melihat kepentingan yang lebih besar 7

3. Baratayuda di Kuru Century

      Gonjang-ganjing kasus Bank Century bagaikan memutar riwayat hidup pewayangan. Harus diselesaikan dengan bijak lewat mekanisme hukum. Sapa sing salah bakal seleh. Itulah kehebatan people’s power-nya Prabu Kresna, mampu menghancurleburkan sendi-sendi kehidupan Kerajaan Hastina 13

4. Berburu Jabatan

     Jabatan adalah rezeki. Maka itu, adalah hal yang wajar dan sudah sepatutnya jabatan dikejar dan diupayakan sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan kita 19

5. Amenangi Zaman Edan

      Kapan dan dimana pun kita hidup, kita akan begja (bahagia) jika bisa senantiasa eling lan waspada 23

6. Wanamarta danFutureCitydi Kopenhagen

      Konsep tata kota masa depan pada umumnya tidak berbeda dengan konsep jin Yudistira dari Wanamarta dalam dunia pewayangan. Ramah lingkungan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alami 27

7. Berkoalisi dengan Nurani

     Di atas kertas, dihitung dengan cara apa pun, Wirata pasti akan kalah 31

8. Gus Dur (Semar) Mbangun Kahyangan

     Tidak gampang memahami visi dan pemikiran Semar. Begitu pula dengan Gus Dur, yang memiliki kemiripan watak dengan Semar 37

9. Sampyuh

      Mereka yang sedang berkuasa harus menjalankan kekuasaan tanpa iringan dendam, memperlakukan orang lain secara semestinya kendati bukan lagi orang penting 43

10. Pemakzulan Prabu Matswapati

      Huru-hara politik di Kerajaan Wirata dimulai dari dendam para elite di lingkungan mereka sendiri 49

11. Seratus Hari

 Jangan sampai dalam 100 hari yang terucap adalah tekad menyejahtera-kan wong cilik, tetapi perbuatannya justru menyakiti hati rakyat kecil 55

12. Berkaca kepada Salya

 Salya tidak pernah secara tegas merumuskan kemauannya. Dia tidak pernah berbicara dengan bahasa terang benderang kepada mitra-mitra koalisinya 61

13. Supersemar Pandu Dewanata

      Akibatnya sungguh fatal, communication gap yang coba dijembatani… justru uncontrolable karena dia salah memilih orang 69

14. Kebo Sura dan Konflik Subali – Sugriwa

      Resi Gotama mengutuk Subali karena sudah takabur mengaku berdarah putih dan akan tewas oleh satria titisan Batara Wisnu 75

15. Oposisi pun adalah Mulia

      Dalam epos Mahabarata, pertemuan Kunti dan Karna tercatat sebagai episode paling mengharukan 81

16. Apa kata Durga

     Narada tertegun. Dia tak menyangka junjungannya sudah begitu jauh berada dalam kendali makelar kasus 87

17. Lakon Tiga Kesatria

     Hakikat perang sebagai alat untuk melenyapkan ketidakadilan dan kezaliman tidak akan tercapai 93

18. UN di Padepokan Sukalima

      Kemauan belajar secara mandiri dan memiliki budaya belajar yang baik akan menghasilkan kepintaran atau keahlian seperti Bambang Radea yang tidak lain adalah Adipati Karna 99

19. Lakon Tiga Kesatria 2

      Kita menggantungkan harapan besar di Bandung, karena apa yang dihasilkan disanaakan turut mewarnai masa depan bangsa 105

20. Supata Dewi Amba

      Kematiannya memang tidak serta-merta mengakhiri perang, tetapi menjadi resolusi konflik yang efektif untuk tegaknya kebenaran dan keadilan 111

21. Sinta Tundung keWashington

     Kesetiaan kepada pimpinan harus dibayar mahal meskipun tidak selamanya kebijaksanaannya itu patut dan tidak arif 115

22. SBY dan Anas untukIndonesia 121

23. Wahyu Makutarama untuk Siapa?

      Untuk bisa mempuni memegang tampuk pemimpin negeri, seorang raja harus belajar dari kearifan alam semesta  125

24. Dana Aspirasi Prabu Baka

      Dia berdalih itu harus dilakukan sebagai prasyarat legitimasi untuk memimpin dan mengupayakan kesejahteraan rakyat 129

25. Balada Coach Kumbayana

      Di balik sepak-menyepak bola karet itu, terkandung filosofi tentang kerja sama tim, kepemimpinan, disiplin, loyalitas, dan strategi perang 133

26. Ambek Paramarta

      Satu sisi paling menonjol dari kepemimpinan Yudistira adalah ambek paramarta, tahu dan bisa menentukan prioritas, dan tahu serta bisa merumuskan langkah untuk mewujudkannya 137

27. Hastina Merdeka

      Memang, seorang penguasa tidak boleh terobsesi pada kedudukan, kenikmatan, dan kenyamanan duniawi 143

28. Kresnadipayana Madhek Pandita

      Drestarastra adalah sosok sakti, tapi lemah di hadapan anak-anaknya 147

29. September Kelabu di Mandura

      Kegagalan raja Basudewa mengontrol kekuatan di sekitarnya telah menggelincirkan negara pada bencana 153

30. Rama Out of The Box

      Kuncinya adalah visi yang jelas dan perencanaan yang matang. Tidak kalah penting, semua tidak bisa terwujud secara instan 159

31. Senapati Timur Purbaya

      Adakalanya seorang pemimpin dihadapkan pada situasi pelik. Dia harus memilih dan mengambil keputusan 163

32. Wisata Punggawa Hastina

 Jika Rakyat sudah menjatuhkan hukuman, tak ada yang bisa dipetik kecuali kekalahan dan kehancuran  169

33. Aji Mumpung Raden KS

      Mau ikut edan tidak sampai hati, tetapi tidak mengikuti gerak zaman alias tidak ikut-ikutan edan, tidak akan mendapat apa-apa 173

34. Adu Domba Dua Raja

      Kita butuh saluran komunikasi yang sehat dan jernih, yang tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuk isi dan wacana  177

Artikel Liputan Pementasan Wayang 181

Daftar Artikel 185

Indeks 187

Biografi Penulis 213

Testimoni
“Karya Ki Rohmad ini sangat istimewa; banyak bersumber dari kearifan lokal jawa, tegasnya jagad pewayangan, yang kemudian direfleksikan dan di kontekstualisasikan dengan realitas masa kini. Refleksi ini menawarkan banyak nilai kebijakan untuk memahami dan meresponi tantangan hari ini dan ke depan. Dengan begitu, Ki Rohmad membuktikan kekayaan warisan kearifan lokal bangsa yang dapat memandu bangsa menuju masa depan lebih baik. Karya ini tak ragu lagi merupakan kontribusi penting bagi apresiasi lebih baik kepada kekayaan tradisi lokal untuk negara-bangsa Indonesia”

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Direktur Sekolah Pascasarjana
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Copyright © Tatanusa 2010-2012
Jalan Gelagah No. 47, Pisangan - Ciputat - Indonesia